Belanja karena FOMO atau Memang Butuh? Kenali Cara Mengambil Keputusan Finansial
“Takut ketinggalan tren” atau yang sering disebut FOMO (Fear of Missing Out) dapat memengaruhi banyak keputusan sehari-hari, termasuk keputusan dalam berbelanja.
Melihat teman menggunakan gadget terbaru, mendapatkan promo besar, atau menemukan barang yang sedang viral bisa membuat seseorang merasa harus segera membeli.
Padahal, belum tentu barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Apa Itu FOMO dalam Keuangan?
FOMO dalam keuangan terjadi ketika seseorang melakukan pembelian karena takut tertinggal tren, bukan karena barang tersebut memang menjadi kebutuhan.
Contohnya membeli smartphone terbaru meskipun smartphone yang dimiliki masih berfungsi dengan baik.
Jika kebiasaan ini terus dilakukan, pengeluaran dapat meningkat tanpa disadari.
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Sebelum membeli barang, coba tanyakan beberapa hal berikut:
- Apakah barang ini benar-benar saya butuhkan?
- Apakah barang yang saya miliki saat ini masih bisa digunakan?
- Apakah pembelian ini sudah masuk dalam anggaran?
- Apakah saya akan tetap membelinya jika tidak sedang promo?
- Apakah pembelian ini akan mengganggu kebutuhan lain?
Semakin banyak jawaban “tidak”, semakin besar kemungkinan pembelian tersebut hanya didorong oleh keinginan.
Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
Salah satu cara sederhana untuk menghindari pembelian impulsif adalah memberikan jeda sebelum membeli.
Untuk barang yang tidak mendesak, coba tunggu beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Jika setelah itu masih merasa membutuhkan dan kondisi keuangan memungkinkan, pembelian dapat dipertimbangkan kembali.
Promo Tidak Selalu Berarti Hemat
Harga yang turun memang menarik. Namun, membeli barang seharga Rp500.000 yang tidak dibutuhkan tetap berarti mengeluarkan Rp500.000.
Hemat bukan sekadar mendapatkan harga murah, tetapi membeli sesuatu yang memang memiliki manfaat sesuai kebutuhan.
Bagaimana dengan Barang yang Sudah Terlanjur Dimiliki?
Tidak semua barang lama harus langsung dijual ketika ingin membeli barang baru.
Pertimbangkan fungsi barang tersebut. Apakah masih bisa digunakan? Apakah dapat digunakan sebagai barang cadangan? Apakah memiliki nilai yang cukup besar jika dijual?
Untuk aset tertentu, menjual bukan satu-satunya pilihan. Gadai syariah dapat menjadi alternatif jika pemilik membutuhkan dana tetapi masih ingin mempertahankan asetnya.
Kesimpulan
Mengendalikan FOMO dalam berbelanja bukan berarti tidak boleh mengikuti tren. Yang penting adalah memastikan setiap keputusan pembelian tetap sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Butuh dana tanpa harus langsung menjual aset yang masih bernilai?
Gadai Syariah Solusi Makassar siap membantu memberikan informasi mengenai solusi gadai syariah.
📱 WhatsApp: 0823-4671-9977